Pentingkah Tabayyun di Era Digital?
Pentingkah Tabayyun di Era Digital?
Oleh: Andarwati Lilis
![]() |
| Foto: Diambil dari Website |
Secara umum Tabayyun adalah sikap meneliti, mengklarifikasi, menverifikasi, dan mencari kejelasan suatu informasi atau berita secara mendalam sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Sebab sekarang dunia ada di genggaman tangan manusia, sekali klik satu jari, meluaslah kabar hingga ke penjuru Dunia. Kiranya semua yang kita lakukan perlu diwaspadai dan hati-hati.
Bagaimana Pengertian dan Landasannya, apakah ada dalam Al-Qur'an?.
Definisi dari Tabayyun berasal dari bahasa Arab تبين (Tabayyana):
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū in jā`akum fāsiqum binaba`in fa tabayyanū an tuṣībụ qaumam bijahālatin fa tuṣbiḥụ 'alā mā fa'altum nādimīn
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.
Ayat ini memberi isyarat kepada "Orang-orang yang beriman", apabila seorang yang fasik (d alam istilah islam adalah orang yang keluar dari ketaatan kepada Alloh dengan melakukan dosa atau meninggalkan kewajiban, terutama jika dilakukan secara terang-terangan atau terus menerus) datang kepadamu dengan membawa kabar tentang sesuatu maka periksalah kebenaran kabar berita tersebut dan janganlah tergesa-gesa membenarkannya, karena dikhawatirkan kalian akan menimpakan musibah kepada suatu kaum tanpa kalian ketahui yang sebenarnya apabila kalian membenarkan kabar itu tanpa menelitinya terlebih dahulu, sehingga setelah menimpakan musibah kepada mereka kalian menjadi menyesal ketika mengetahui kebohongan kabar itu.
Pentingkah Tabayyun di Era Digital?
Sangatlah penting sekali, tabayyun bisa dengan:
- Mencegah Hoaks: Menjadi dasar literasi digital untuk membendung penyebaran berita palsu atau disinformasi di media sosial.
- Menghindari Fitnah: Mencegah kebencian, prasangka buruk (suudzon), dan penyesalan akibat emosi sesaat.
- Menjaga Persaudaraan: Melindungi orang lain dari dizalimi atau dirugikan oleh tuduhan yang tidak berdasar.
Bagaimana Cara Melakukan Tabayyun?
Jadi, Tabayyun bukan sekedar "klarifikasi" tetapi proses memastikan informasi agar tidak salah sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Semoga tulisan ini membawa kebaikan dan bermanfaat bagi kita semua. Mari kita isi Dunia Maya dengan Keilmuan yang bersumber pada Al-Qur'an dan Al-Hadits lalu dikaitkan dengan Ayat Kauniyah-Nya yaitu Alam Semesta.
Baiklah, mulai sekarang marilah kita menjadi Netizen Era Digital yang mendahulukan Tabayyun sebelum share, saring sebelum sharing.
Referensi:
Kamus Bahasa Arab: Al-Munawwir
Tashrif Lughowi
https://tafsirweb.com/9776-surat-al-hujurat-ayat-6.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Tabayun







Komentar
Posting Komentar
2000